OPERATING SEQUENCE OF THE GOVERNING SYSTEM

Desember 24, 2009 oleh idirohaedi

* Sebelum turbine start tidak ada pressure pada keseluruhan jalur pulse oil. Oleh karenanya plunger dari ke dua pressuru transducer dan pilot valve tetap berada pada posisi lower limit karna kerja pegas. Begitupun dengan syncronizer tetap berada pada posisi lower limit.
* Setelah start turbo oil, pressure oil flow akan mengalir melalui sebuah check valve dan kemudian terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama akan mengalir melalui pilot valve masuk ke ruang diatas piston servo motor. Dengan demikian servo motor dapat bekerja membuka steam governing valve. Bagian ke dua akan mengalir melalui axial displacement limit device, emergency governor pilot valve dan selenoid valve kemudian masuk ke sebuah reservoir didalam manipulation seat dari main stop valve.
* Open main stop valve untuk start turbine. Ketika speed turbine terus bergerak naik, maka outlet pressure main oil pump akan ikut naik sampai mencapai nilai yang telah ditentukan, sehingga mengakibatkan turbo oil pump akan stop secara otomatis. Seterusnya governor akan aktif (auto tracking ON ) dan control unit turbine akan dapat dilayani oleh governor itu sendiri.

PROSEDUR SYNCRON GENERATOR

Desember 24, 2009 oleh idirohaedi

1. Setelah mendapat signal bisa syncron dari T/G, dan menerima perintah dari kepala shift, maka
2. ON -kan power supply/AVR. ON-kan air breaker kipas di AVR serta periksa apakah sudah berjalan normal.
3. Melepas jemper conectio field suppresion switch trip under rotor protection dan field suppresion switch trip under back-up protection pada integrate protection device generator.
4. ON-kan disconnec switch di AVR dan periksa apakah sudah pada posisi yang baik.
5. ON-kan breaker magnetic (FMK) dan periksa apakah sudah dalam posisi yang baik.
6. Gabungkan jumper field suppresion switch under rotor protection dan field suppresion switch trip under back-up protection pada integrate protection device generator dan periksa apakah jumper sudah connec dengan kuat.
7. ON-kan pulse source dan posisi operation mode di auto, lampu pulse indikator akan menyala, lalu tombol ‘exc’ teggangan standar otomatis naik sampai 7 KV (terbaca di panel depan> Uap, Ubc, Uca) setelah itu tekan tombol raise untuk menaikan teggangan standar (10.5 KV ) serta perhatikan listrik 3 phase generator harus nol.
8. Posisikan selector switch ke auto untuk menjalankan protection relay, periksa apakah sudah normal.
9. ON-kan syncronisom control device sesuai dengan generator yang di syncrone.
10. Syncronisasi sudah berjalan secara otomatis.
11. Kembalikan selector switch ke posisi off.
12. Selesai dan melapor kepada kepala shift.

LUBE OIL SYSTEM / PROTECTION OF TURBINE

Desember 24, 2009 oleh idirohaedi

Lube oil system dilengkapi lube oil protectio yaitu :
~bila press.lube oil turun sampai 0.055 Mpa maka akan terjadi alarm. Dan jika press.lube oil turun terus sampai 0.04 Mpa, maka secara otomatis lube oil pump interlock ON. Dan jika lube oil press, Turun terus sampai 0.03 Mpa, maka turbine harus trip. Dan jika lube oil press, <0.015 Mpa, maka turning gear harus stop.
~normal lube oil press.adalah 0.08-0.12 Mpa.
~inlet main oil pump disupply oleh oil ejector dengan press, 0.0687 Mpa, sedangkan outlet main oil pump adalah 0.083 Mpa.
~kapasitas oil tank 1.6 m3. Batas normal level oil tank ialah; +190mm~-190mm.
~temperature normal lube oil adalah 35'C – 40'C.

NORMAL SHUT DOWN POWER PLANT

Desember 23, 2009 oleh idirohaedi

1. Monitor load procces berikut pemakaian steam nya.
2. Kordinasi dengan procces pada saat penurunan load dan steam.
3. Lakukan start D/G dan syncron (monitor penurunan beban agar tetap stabil)
4. Jika load sudah minim dan pemakaian sudah di stop dan kira2 load sudah bisa dihandle D/G, maka lakukan:
~T/G lepas syncron
~Tunggu beberapa saat sampai load dan teggangan D/G kembali stabil maka stop T/G.
~Stop B/L dan amankan semua system dan equipment.

System exitation of generator

September 8, 2009 oleh idirohaedi

Posted by ShoZu

Fahmi

Juli 13, 2009 oleh idirohaedi

Posted by ShoZu

T/G#2 in 12/01/2009-09.56.08

Januari 12, 2009 oleh idirohaedi

# 09:56:08 >Speed oil low alarm: 1,90 mpa/1,84 mpa.
# 09:56:09 >speed alarm high: 3313 rpm.
# 09:56:09 >rotating oil device close alarm.
# 09:56:10 >speed recover 3137 rpm
(auto reset) NR 3008 rpm.
# 09:56:10 >rotating oil device close NR (recover).

Prosedur start HP.D/A

Januari 12, 2009 oleh idirohaedi

Langkah-langkah start HP.Deaerator yang sesuai dengan ‘SOP’ adalah:
1.Check kondisi exhaust ( air vent) terbuka.
2.Check valve drain to drain tank terbuka 20%.
3.Check drain steam heating deaerator terbuka dan kemudian buka manual valve dan MOV.HS311 untuk persiapan heating Deaerator.
4.Buka pelan-pelan stop valve steam heating primary dan secondary sampai temperature >100′c
5.Buka pelan-pelan mike-up water valve untuk mengisi deaerator tank,dan check water level harus ada kenaikan.
6.Selama pengisian water ke deaerator valve yang ke drain tank biarkan terbuka (10 menit) untuk flushing dan buang kotoran di deaerator.
7.Bila proses flushing selesai segera tutup valve yang ke drain tank.
8.Check water level deaerator ada kenaikan,kemudian pelan-pelan buka valve steam balance dan check deaerator pressure >0,5 mpa.
9.Aturlah pembukaan mike-up water level valve sampai: level, pressure dan temperature normal.
10.Buka valve primary dan dan secondary steam heating,kemudian aturlah pressure deaerator dengan
HK.13-1B.
11.Bila temperature,pressure dan level normal buka valve feed water 2 pcs.

Prosedur stop HP.D/A

Januari 12, 2009 oleh idirohaedi

Langkah-langkah prosedur stop
HP.Deaerator yang sesuai dengan ‘SOP’ adalah:
1.Stop HP.Heater
2.Buka drain steam leake di 0 m dan tutup steam leake di 16m.
3.Tutup circulasi BFWP ke HP.D/A dan buka yang ke header.
4.Tutup valve exhaust yang ke
LP.D/A
5.Pindah jalur condensate water ke header.
6.Buka drain mike-up di 8 m dan tutup mike-up nya.
7.Tutup extraction 3 yang ke HP.D/A dan buka yang ke header.
8.Jika level HP.D/A yang lain normal,maka tutup outletnya.
9.Bila level normal,tutup steam balance.
10.Buka valve exhaust bila press. <0,3 mpa dan buka yang ke drain tank.
11.Tutup valve injection chemical.

Data-data T/G#2 [12/01/2009-00:46

Januari 11, 2009 oleh idirohaedi

Load:
29,98 MW
Axial displacement:
-0,01 mm/0,00 mm
Axial vibration:
15,2 um/8,7um
Diff.Expantion:
0,01 mm
Bearing.Vib & temp:
no.1= 4,7 um/58′c
no.2= 12,6 um/51′c
no.3= 30,6 um/59′c
no.4= 9,9 um/65′c
Lube oil press& temp:
0,11 mpa/37,8′c
Main oil pump press:
1,93 mpa