Skip to content

Idirohaedi’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pada Tanggal 16 oktober 2011, BFWP no.2 tidak bisa di start karna selalu overload ( 412 – 418 A ). Ternyata diketahui Putaran shaft sangat berat. Ahirnya diputuskan untuk bongkar pompa bagian belakang karna menurut analisa kemungkinan settingan spring pada mechanical seal terlalu keras.

Pada tanggal 17 oktober 2011 Pompa bagian belakang BFWP no.2 dibongkar untuk pemeriksaan dan setting mechanical seal. Setelah dilakukan pemeriksaan memang mechanical sealnya kotor dan berkerak. Springnya juga kaku atau tidak fleksibel akibat kotoran dan kerak tadi. Setelah dibersihkan dan disetting ulang kemudian pompa dipasang kembali.

Pada tanggal 18 oktober 2011 dilakukan test running BFWP no.2 tapi motor pompa masih tetap over load ( 412 – 418 A ) dan BFWP selalu trip ketika di start. Penyebab nya masih pada putaran shaft pompa yang keras. Maka diputuskan untuk dibongkar kembali dan dilakukan cek ulang secara menyeluruh.

Pada tanggal 19 Oktober 2011 pompa BFWP bagian belakang dibongkar kembali dan di cek ulang secara menyeluruh. Ternyata ditemukan permukaan balance disc telah aus/cacad sehingga ketika shaft berputar blance disc nya seret atau macet yang mengakibatkan shaft juga ikut macet.

Karna fabrikasi atau perbaikan balance disc yang memakan waktu cukup lama ( sekitar 10 hari ) padahal BFWP no.2 harus segera bisa running maka diputuskan untuk mengambil balance disc dari pompa BFWP yang tidak dipakai di area turbine #3. Kemudian Balance disc dipasang di BFWP no.2

Pada Tanggal 20 oktober 2011 BFWP no.2 test running ( mode local switch on ). BFWP dapat running dengan baik ( putaran shaft pompa sudah ringan ) dan setting outlet pressure 5.6 MPa dengan ampere 324 A , dengan kondisi hanya circulasi saja yang terbuka ke deaerator, sementara outlet nya masih tertutup. Test running dilakukan 30 menit ( 12.00 – 12.30 WITA )

Kemudian Pada jam 13.10 WITA, BFWP no.2 di start kembali dari DCS ( mode remote switch on ). Ternyata motor pompa masih over load ( 412 – 417 ) yang masih diakibatkan oleh putaran shaft yang berat sehingga BFWP masih trip. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ketika di stop shaft pompa tertarik terlalu banyak keposisi depan dan kemunkinan balance dich terlalu mepet ke casing. Untuk mengatasinya shaft dicoba digeser sedikit kearah belakang, dan ternyata memang shaft pompa bisa berputar dengan ringan. Maka dicoba di start kembali dari DCS dan BFWP bisa running dengan baik. ( ampere 324 – 330 A )

Setelah dilakukan pengecekan ulang dan BFWP no.2 dipastikan dalam kondisi baik maka pada pukul 13.40 WITA dilakukan syncron dengan BFWP no.1 dan BFWP no.3. Dan setelah dilakukan pemantauan selama 40 menit dan dipastikan kondisi BFWP no.2 masih dalam keadaan baik maka pada pukul 14.20 WITA , BFWP no.1 di stop. Jadi feed water ke unit boiler ditopang oleh BFWP no.2 dan BFWP no.3 Sementara untuk interlock di backup oleh BFWP no.1

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.